Cara pembuatan kerajinan perak filigree
:
1. Membuat
benang perak
Membuat benang perak yaitu perlu
disiapkan 2 kawat perak yang lembut kemudian diputar atau istilahnya ditampar
supaya menjadi 1, setelah benang perak jadi, kemudian benang perak dipress atau
diplepet, dilanjutkan dengan proses pembakaran agar benang perak tidak kaku
saat digunakan untuk mengisi desain (memberi motif).
2. Membuat
rancangan
Membuat rancangannya yaitu menggunakan
kawat perak yang memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan benang perak.
Disini kawat perak memiliki nomor sendiri-sendiri, ada yang bernomor 22 untuk
benang perak (lembutan untuk filigree), nomor untuk membuat kerangka perak atau
rancangan ada yang bernomor 50, 60,70, 100. Jadi disesuaikan dengan apa yang
akan kita buat. Membuat rancangan dengan cara kiklok terlebih dahulu atau membuat
kerangka awal, setelah dikiklok, kawat dibentuk sesuai desain yang akan dibuat,
kemudian diberi lem atau perekat menggunakan patri (racikan perak yang sudah
dilebur dan dihaluskan). Terkadang, ada desain rancangan yang perlu ditempa
terlebih dahulu, namun juga ada yang tidak perlu ditempa.
3. Mengisi
rancangan (mengisi/member motif)
Mengisi rancangan menggunakan benang
perak yang telah dibuat tadi, yang diisi yaitu kerangkan perak atau rancangan
yang telah dibuat sebelumnya. Biasanya pengisian rancangan membutuhkan waktu
yang tidak sedikit tergantung kerumitan motif yang akan kita buat.
Mengisinyapun tidak sembarangan orang bisa mengisi rancangan karena dibutuhkan
ketelatenan agar motif terlihat halus. Alat yang dibutuhkan biasanya
menggunakan guntuing untuk memotong benang dan pinset (supit) untuk memasukkan
benang kedalam kerangka menjadi motif. Semakin rumit dan detail suatu motif
maka akan semakin berharga pula perhiasan itu dimata orang.
4. Merekatkan
Proses merekatkan bertujuan merekatkan
benang perak didalam kerangka perak, dimaksudkan agar motif perak bisa kuat dan
tidak bergeser-geser maupun jebol dari kerangka. Proses perekatan juga
menggunakan patri yang telah dicampur menggunakan tawas yang sudah disangrai
dan ditumbuk. Proses perekatan cukup menaburkan patri diatas filigree (isen)
yang sudah dibasahi dengan air, kemudian dibakar menggunakan solder.
5. Menempa
Proses menempa tergantung dari
desainnya. Belum tentu desainnya memakai proses menempa. Biasanya proses
menempa digunakan untuk perhiasan-perhiasan yang memiliki lengkungan.
6. Pembersihan
Pembersihan perak dinamakan babar, yaitu
dengan memanaskan kerajinan kemudian bisauh dengan air tawas dan direbus
didalam rebusan air tawas yang mendidih. Proses ini dilakukan berkali-kali
hingga warna perak menjadi putih bersih. Setelah itu, perak dikopyok agar
terlihat mengkilap. Untuk desain-desain tertentu seperti kalung, cincin dan
anting, proses selanjutnya yaitu sangling. Dengan menggunakan buah lerak,
semacam seperti buah kluwek yang juga bisa digunakan untuk mencuci batik. Lerak
ini tidak berbau namu berbusa. Proses selanjutnya yaitu dibilas dengan air
bersih, kemudian perak dikeringkan.
Comments
Post a Comment