Ide awal penerapan pemrograman terstruktur yaitu
dengan menghindari penggunaan GOTO untuk melompat ke bagian program tertentu.
Kegunaan GOTO untuk melompat ke baris program
tertentu, secara umum dapat dibagi ke dalam 2 kelompok :
1. Melompat
ke bagian bawah program dari posisi program saat ini
2. Melompat
ke bagian atas program dari posisi program saat ini
Dengan pemrograman terstruktur, jika ada kebutuhan
melompat ke bagian bawah, dapat digantikan dengan perintah Selection (If, Case,
Select, Switch,…)
Jika ada kebutuhan melompat ke bagian atas, dapat
digantikan dengan perintah Looping (For, While, repeat-until,…)
Prinsip utamanya adalah program tidak boleh melompat
ke atas, kecuali untuk keperluan pengulangan.
Untuk itu dalam pemrograman terstruktur hanya
dikenla 3 struktur yaitu :
1. SEKUENSIAL,
yaitu program yang tidak memilki lompatan. Baris program dijalankan secara
normal (lurus) satu per-satu dari atas ke bawah
2. SELECTION,
yaitu program yang memilki pilihan apakah harus menjalankan baris program
sesuai dengan urutannya atau melompati sejumlah baris program
3. LOOPING,
yaitu program yang juga mengandung pilihan apakah akan mengulangi program yang
sudah pernah dijalankkan sebelumnya atau tidak.
Bahasa pemrograman dengan kemampuan mengekspresikan
semua kebutuhan struktur data akan lebih mendukung pencapaian tujuan dari
pemrograman terstruktur
Bahasa pemrograman yang tidak memiliki fasilitas
untuk mengungkapkan struktur data tertentu cenderung mengarahkan kode program
ke bentuk yang kurang teratur
Kemampuan struktur data suatu bahasa pemrograman
ditentukan oleh kemampuan fasilitas type data yang di milikinya
Type data secara umum terdiri dari :
1. Type
data dasar standar : Integer, Real, String, karakter dan Logic
2. Type
data tidak standar : Sub range, Enumerate
3. Type
data majemuk : Set, aray, record, file
4. Type
data dinamis : pointer
Comments
Post a Comment